MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar berkomitmen memperkuat pengawasan partisipatif melalui pendekatan pencegahan yang sistematis dalam menghadapi Pemilu dan Pemilihan Langsung. Langkah ini diambil guna meminimalisir potensi pelanggaran dan menjaga integritas jalannya demokrasi di Kota Makassar.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Makassar, Risal Suaib, menjelaskan bahwa tantangan pengawasan ke depan berfokus pada kemampuan mencegah pelanggaran sejak dini. Menurutnya, semakin kuat upaya pencegahan yang dilakukan, maka semakin kecil peluang terjadinya pelanggaran yang membutuhkan penindakan hukum.
Dalam pelaksanaannya, Bawaslu akan mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemilih pemula, komunitas lokal, hingga organisasi masyarakat sipil dan media. Risal menekankan bahwa sinergi antara Bawaslu dan pemangku kepentingan sangat diperlukan, terutama dalam mengawal isu strategis seperti pencegahan politik uang dan pengawasan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain penguatan di lapangan, Bawaslu Makassar juga berfokus pada peningkatan literasi demokrasi melalui edukasi yang masif dan inovatif. Pemanfaatan media digital dan konten edukatif menjadi strategi utama untuk menjangkau generasi muda serta meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi informasi yang responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Risal mengajak seluruh lapisan warga untuk memiliki keberanian dalam menolak dan melaporkan segala bentuk kecurangan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab menciptakan Pemilu yang jujur dan adil tidak hanya berada di tangan penyelenggara, melainkan menjadi tanggung jawab bersama demi tegaknya demokrasi yang berintegritas.






