MAKASSAR – Merayakan momentum hari jadi yang ke-40, Radio Mercurius menggelar diskusi penyiaran bertajuk “Penyiaran Radio di Pusaran Arus Teknologi dan Ancaman Royalti”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Verda Coffee & Kitchen, Makassar, Sabtu (14/2/2026).
Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni akademisi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof. Judha Riksawan, dan Ketua KPID Sulawesi Selatan, Dr. Irwan Ade Saputra. Jalannya dialog dipandu oleh moderator Andi Mangara.
Dalam pemaparannya, Prof. Judha Riksawan menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), seharusnya tidak dianggap sebagai lawan bagi industri musik dan radio.
“Teknologi dan royalti musik itu sesungguhnya tidak perlu berhadap-hadapan, justru ketiganya saling melengkapi. Termasuk AI, istilah radikalnya, harus kita manfaatkan,” ujar Prof. Judha saat membuka diskusi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KPID Sulsel, Irwan Ade Saputra mengungkapkan bahwa disrupsi teknologi informasi sebenarnya bukan barang baru. Menurutnya, gejala ini sudah dirasakan pelaku industri penyiaran di Sulsel sejak dua dekade silam.
“Hanya saja kita orang radio terkadang menganggapnya hal biasa. Padahal teknologi informasi dengan internet di dalamnya hanyalah medium. Pilihannya kembali ke kita, ingin menjadikannya ancaman atau peluang,” tegas Irwan.
Acara ini juga diperkaya dengan tanggapan dari sejumlah tokoh penyiaran dan akademisi, seperti Dr. Zulkarnain Hamson (dosen peneliti), Dr. Fitryani (praktisi RRI Pro 2 FM Makassar), serta Rusdin Tompo (Ketua KPID Sulsel periode 2011–2016).
Dalam interupsinya, Zulkarnain dan Rusdin kompak mengingatkan pentingnya regulasi yang matang terkait penggunaan AI agar tidak menggerus keterampilan manusia. Selain itu, tata kelola royalti musik juga dipandang perlu diatur secara lebih presisi bagi keberlangsungan industri.
Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-40 Radio Mercurius yang jatuh tepat pada hari ini. Selain agenda literasi penyiaran, manajemen Radio Mercurius juga tengah menyiapkan program “Amalia Ramadan 1447 H”.
Program sosial tersebut rencananya akan dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua bulan suci Ramadan mendatang, dengan fokus pada pengumpulan serta pendistribusian donasi barang kepada panti asuhan, masjid, dan individu yang membutuhkan.






