MAKASSAR – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar bergerak cepat merespons penetapan status Siaga Darurat Bencana oleh Wali Kota Makassar. Sebagai langkah konkret, Dinsos Makassar menggandeng Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memperkuat stok logistik penanganan bencana.
Sebanyak tiga truk bantuan logistik dari Gudang Kemensos Untia tiba di Gudang Dinas Sosial Makassar, Jalan Abdullah Dg. Sirua, pada Rabu (18/1/2026).
Bantuan ini merupakan hasil koordinasi langsung antara Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Jufri, dengan Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur.
Plt. Kabid Penanganan Bencana Dinsos Makassar, Masri, menjelaskan bahwa bantuan ini akan digunakan sebagai buffer stock (stok penyangga) untuk memenuhi kebutuhan warga jika terjadi bencana.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima bantuan berupa makanan siap saji, peralatan evakuasi, sandang, hingga perlengkapan keluarga. Total ada 3.000 paket makanan siap saji, 2.000 paket lauk pauk, serta ratusan paket perlengkapan anak dan tenda darurat,” ujar Masri, Rabu (18/1).
Logistik yang baru tiba tersebut akan segera didistribusikan ke “Lumbung Sosial” di dua titik rawan banjir, yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala. Pengelolaan lumbung ini akan dilakukan oleh Kampung Siaga Bencana (KSB) bersama pemerintah setempat agar distribusi bantuan lebih cepat saat keadaan darurat.
Selain bantuan dari Kemensos, Dinsos Makassar memastikan masih memiliki stok logistik dari anggaran tahun 2025 yang meliputi beras, mie instan, minyak goreng, hingga peralatan dapur.
Dinsos Makassar juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk pengoperasian dapur umum jika terjadi pengungsian skala besar. Namun, Masri mengimbau agar KSB yang telah terbentuk di wilayah-wilayah dapat bergerak mandiri untuk skala kecil.
“Kami berharap KSB atau posko pengungsian lainnya dapat melaksanakan dapur umum secara mandiri jika skala pengungsiannya masih kecil, sehingga penanganan bisa lebih efektif di tingkat bawah,” tutupnya.






