Gerakan Aktivis Sulsel Tuntut Polda Seriusi Dugaan Korupsi Taufan Pawe

- Editorial Team

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR — Gerakan Aktivis Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, pada hari ini untuk mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan agar serius menangani kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Parepare tahun 2017-2018 sebesar Rp 6,3 Miliar yang ditengarai ikut melibatkan mantan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

Aksi yang berlangsung di depan Mapolda Sulsel tersebut dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Zul Jalali Ikram.
Tuntutan Utama Aksi

Massa aksi menyampaikan tuntutan tunggal kepada aparat penegak hukum. Mereka secara spesifik meminta Polda Sulsel untuk: Serius dan transparan dalam mengusut tuntas dugaan keterlibatan Taufan Pawe dalam kasus korupsi anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare.

Zul meminta Kapolda Sulsel memastikan tidak ada intervensi politik atau faktor lain yang menghambat proses penyidikan kasus ini.

Korlap Zul Jalali Ikram dalam orasinya menegaskan pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu, terutama dalam kasus yang menyangkut penyalahgunaan anggaran publik.

“Kami meminta Polda Sulsel membuktikan komitmennya memberantas korupsi dengan menetapkan status hukum yang jelas bagi pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk Taufan Pawe, dalam kasus korupsi Dinkes Parepare,” tegas Zul Jalali Ikram.

Kasus dugaan korupsi anggaran di Dinas Kesehatan Kota Parepare dengan besar kerugian negara Rp3 miliar ini diketahui telah bergulir di pihak kepolisian.

Beberapa pihak telah diperiksa dan bahkan dikabarkan telah ada penetapan tersangka terkait kasus ini sebelumnya. Namun, isu yang beredar luas di masyarakat adalah dugaan kuat keterlibatan mantan Wali Kota Parepare yang hingga kini belum mendapatkan titik terang dari pihak kepolisian.

Aktivis berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini dan tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan hingga adanya kepastian hukum yang adil.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Guru Besar Antropologi UNHAS: Kapolri Menjaga Marwah Tribrata
LOHPU Kritik Keras Pergantian Mendadak Calon Hakim MK di DPR: “Prosedur Main-Main!”
Asah Integritas Calon Penegak Hukum, FH UIM Gelar Simulasi Peradilan Semu
LOHPU Desak Pemerintah Gelar Rembuk Nasional Terkait Wacana Perubahan Sistem Pilkada
Eks Kajari Enrekang Tersangka Dugaan Suap Rp 840 Juta
Penelitian UHO Ungkap Tiga Jerat Utama Warga Konawe Sulit Kantongi Sertifikat Tanah
NCW Laporkan Eks Kajari Enrekang ke Jamwas Kejagung: Diduga Peras Komisioner Baznas Hingga Rp 2 Miliar!
Paksa Napi Muslim Makan Daging Anjing, Legislator Minta Kalapas Enemawira Copot 

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:53 WIT

Jenderal Marga Trembesi di Mattoanging Makassar

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:24 WIT

Mengenang 2 Tahun Almarhum Doni Monardo: Balada Nasi Padang

Berita Terbaru